Jepang,
merupakan sebuah negara di kawasan asia timur.
Negara ini juga disebut negara matahari terbit karena negara ini berada
di paling timur dari asia timur. Jika diperhatikan pada bendera Jepang, titik
merah di tengah dapat juga diartikan sebagai matahari yang sedang bersinar. Oya,
pulau-pulau di Jepang juga diselimuti gunung berapi dan jepang juga termasuk
dalam Ring of Fire.
Walaupun
negara ini pernah menjajah negara Indonesia, namun kala itu kedatangan
orang-orang Jepang sangat ditunggu-tunggu karena konon, bangsa yang dapat
membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda adalah bangsa yang tidak terlalu
tinggi dan cenderung memiliki kemiripan dengan bangsa Indonesia, dan hal ini
bagi sebagian kalangan di Indonesia diartikan dengan bangsa Jepang.
Kita tentu
sudah mafhum benar bagaimana perilaku orang Jepang. Kita akan berbicara soal
budaya antre, budaya kerja yang tak kenal waktu, bahkan budaya malu yang sangat
ekstrim, yang bisa membuat si empunya rasa malu menyegerakan untuk menghabisi
masa hidupnya. Atau di sisi lain kita bakal menemukan perilaku orang Jepang
yang lambat berkembang biak, karena bagi mereka bayi itu mahal, ribet, dan
mereka merasa tak mampu untuk mendidik anak. Yah, orang Jepang memang terkenal
total dalam mendidik anak. Bagi mereka ibu adalah perkejaan yang sangat berat.
Para ibu akan menjadi fulltime mother, dan para ayah tentunya diharuskan
mencukupi semua kebutuhan istri dan anaknya. Saya rasa ini juga jadi alasan
budaya workaholic di Jepang.
silakan mampir: http://www.tokojolie.com/
Lalu apa
alasan yang mendasari saya untuk menulis tentang Jepang? Sudah jelas-jelas
bahwa Jepang adalah penjajah Indonesia. Mengapa pula kita harus simpati
terhadap Jepang?
Oke… saya
bisa mencontohkan, betapa kita sangat mengagumi belanda karena sudah mewariskan
gedung, rel kereta api, jembatan, dan infrastruktur lain, bahkan benteng dengan
kualitas yang sangat mumpuni. Kita bisa lihat betapa dinding dari sebuah gedung
yang dibangun belanda sangat kokoh, Atau stasiun kereta api peninggalan belanda.
Coba perhatikan bagaimana kokohnya tiang-tiang penyangganya. Nah, pandangan
saya terhadap Jepang mirip seperti pandangan banyak orang Indonesia terhadap belanda,
sampai ada anekdot. Apa perlu kita dijajah belanda lagi biar bisa benerin jalan
pantura?
Jadi
ceritanya, di acara yang saya tonton ini orang-orang Jepang sering banget
kurang kerjaan, contohnya adu skill parkir mobil, trus lomba ketangkasan
membuka tali bra, trus lomba adu cepat pindahan rumah. Buat saya, biarpun
kurang kerjaan, hal-hal kaya gini membuktikan bahwa memang orang Jepang sangat
berdedikasi tinggi. Sudah tau si pencipta motor Honda? Dia melawan arus dengan
membuat motor 4 tak saat pabrikan lain masih senang-senangnya dengan motor 2
tak, karena tenaga yang dihasilkan besar sekali. Si pencpta Honda ini berani
ambil resiko dengan memakai mesin 4 tak yang bertola belakang dengan mesin 2
tak. Namun, tahu apa yang terjadi ketika Honda sudah ditunggangi Rossi? Gelar!
silakan mampir: http://www.tokojolie.com/
Sudah tau
jam anti rusak? Sudah tau jam dengan mesin turbillion terbanyak dalam satu jam?
Tahu Dragon Ball, tahu Naruto, tahu One Piece? Ya, itulah mengapa saya kagum
dengan orang-orang Jepang, karena bagi saya, karya-karya dari Jepang bisa
diandalkan.
Oke, jika
kamu sudah membaca sampai sejauh ini, saya mengucapkan terima kasih, namun
tulisan ini belum selesai. sebenarnya artikel ini bukan artikel serius-serius
amat. Saya sebenarnya ingin mempromosikan produk anak dengan bahan utama katun Jepang,
yang jika diasosiasikan dengan tulisan di atas, maka produk anak ini memiliki
kualitas yang tidak diragukan lagi. Tujuan dari tulisan di atas adalah ingin
menggambarkan bahwa karya-karya/produk orang Jepang memang berkualitas, dan
sudah ada dedikasi tinggi di karya/produk tersebut. Bukan berarti segala yang
ada Jepang-Jepangnya sudah pasti bagus, namun dalam hal ini, ketika saya menggambarkan
produk anak yang saya jual dengan tulisan di atas, maka saya sedang
menggambarkan bagaimana kualitas dari produk ini. Oke sebut saja produk anak
yang saya jual merknya La Bella, karena memang saya menjual gamis dan koko anakLaBella ini.
Saya sendiri
tidak tahu apakah bahan dasar katun Jepang yang dipakai memang langsung diimpor
dari Jepang atau dibuat di Indonesia dengan kualitas setara katun yang memang dibuat oleh orang Jepang. Walaupun katun lokal yang dibuat setara dengan katun
buatan Jepang, dengan kualitas yang sudah tergambar di atas, saya rasa tidak
ada keraguan lagi. Karena setara berarti sama. Jika kamu punya nilai 80 di
rapot, maka yang dimaksud kita setara adalah saya akan punya nilai yang sama
dengan kamu, yaitu 80.
Lalu,
dengan embel-embel Jepang ini, apakah saya langsung percaya ketika memutuskan
untuk menjadi penjual produk atau agen La Bella ini? Saya pernah jualan sprei
dengan berbagai macam bahan, bahkan sempai tulisan ini dimuat saya masih
menjual sprei walaupun sempat vakum 2,5 tahun dari berjualan sprei. Salah satu
bahan untuk sprei ini adalah katun Jepang yang memang langsung diimpor dari Jepang.
Lho, darimana saya tahu kalau itu langsung diimpr dari Jepang? Di pinggiran
bahan sprei itu, tulisannya kanji Jepang, terus di katalognya juga pakai
tulisan Jepang, masih kurang? Saya tanya
langsung sama penjualnya bahkan sama tukang konveksi. Keterangannya adalah
bahan sprei itu memang diimpor dari Jepang. Lha bisa aja mereka bohong kan?
Nah, kalo itu Wallahu ‘alam… tapi yang pasti, begitu saya bandingkan antara
bahan sprei katun Jepang dan LaBella katun Jepang ini, kualitasnya sama.
Warnanya tidak gampang luntur, adem, dan serat kainnya rapat. Produk La Bella
ini juga sudah saya “uji coba” kepada adik saya dan anak saya. Dan hasilnya
memang memuaskan.
Akhir kata,
terima kasih sudah membaca tulisan ini, silakan mampir di web toko online kami di TokoJolie.com dan cepat hubungi kami di 082179900039,
pin 59698bfd. SENIN HARGA NAIK!!!
Komentar
Posting Komentar