Langsung ke konten utama

Postingan

Dua proyek

Sejauh ini kami sudah meluncurkan dua proyek pemesanan makanan, yaitu pempek dan kue nastar. Untuk pempek sudah kami luncurkan sejak Januari tahun lalu, sementara kue nastar kami luncurkan di bulan Ramadan ini. Kami patut bersyukur, respon di kedua proyek tersebut sangat baik. Mereka yang sudah membeli memberikan penilaian yang sangat baik dengan rasanya. Sebenarnya, soal rasa adalah murni penilaian dari para pembeli. Sebuah pariwara kecap mengatakan kalau rasa tidak pernah bohong. Kalau memang enak dari sananya, yasudah, enaklah dia. Biarpun kami sebagai penjual mengklaim rasanya enak, kalau belum dicap oleh lidah, maka klaim hanya sekadar klaim , tidak berarti apa-apa. Begitu kira-kira. Yang ingin kami tekankan sebenarnya biarlah soal rasa menjadi ranah pembeli. Kami tidak bisa memaksa, tidak bisa mengontrol penilaian. Ranah kami, adalah hal yang bisa kami kontrol. Bahan dan harga . Kali ini kami akan menjelaskan bagaimana kebijakan bahan yang kami gunakan. Sement...

Engkaulah Matahariku

Melalui tanaman, saya jadi paham betapa gombalan seseorang yang mengatakan "dirimu sangat berarti bagiku. Kau bagaikan matahari dengan cahayanya", sangat relevan dengan keadaan yang sebenarnya. Kangkung etiolasi Di gambar pertama, saya menanam kangkung hanya di teras rumah, yang tidak terpapar matahari langsung. Hasilnya, kangkung mengalami etiolasi, atau kutilang. Batang kangkung tumbuh dengan cepat, namun tidak bisa gemuk, daunnya pun tidak lebar seperti kangkung yang kita lihat di pasar. Makanya disebut kutilang yang merupakan singkatan dari kurus, tinggi, langsing. Kangkung normal Pada gambar kedua, saya menanam kangkung dengan menggantungnya di pagar supaya terkena sinar matahari langsung, paling tidak dari waktu syuruk sampai sesaat sebelum azan zuhur. Bisa dikatakan hasilnya signifikan. Daun kangkung lebih lebar dari gambar pertama. Padahal, waktu tanamnya lebih duluan yang gambar pertama. Jamur yang kemudian mati Selanjutnya, dari gambar ketig...

Siapa yang tahu, hati Mariana?

Yang aku takutkan, adalah ketika aku meninggalkan anakku dengan kesepian Siapa yang mampu membunuh kesepian? Bahkan kami telah berusaha berkali-kali, mendatangkan seorang teman Harapan muncul, tiga kali Namun tenggelam, juga tiga kali Jika tidak diakhiri, akan berapa kali lagi, entah... Aku juga pernah di posisi anakku, namun aku orang yang beruntung Aku bertetangga dengan sepupuku Kami saling mendukung, tidak ada yang merundung Istriku lebih dapat menemukan kebahagiaan dalam kesendirian Sementara aku, tak lebih dari seorang yang selalu beruntung Beritahu aku, apakah uang dapat membunuh kesepian? Akan kuusahakan jika bisa, dengan cara apa, entah... Sebagai manusia, aku tahu berapa dalamnya Palung Mariana Namun, sebagai manusia siapa yang tahu isi hati Mariana?

Dalam Kata yang Lebih Singkat Lagi

Okelah jika kamu memang tahu banyak masalah ekonomi, teknologi, ataupun tempat-tempat terbaik untuk liburan. Kamu memang pantas tahu banyak soal itu. Ya, karena kamu terbiasa dekat dengan hal seperti itu. Iya kan? Kamu sering ikut seminar, kamu banyak baca buku, kamu juga sering jalan-jalan, bahkan ikut suatu komunitas. Namun agak geli jika kamu berbicara tentang "agama itu seharusnya begini, bukan begitu" atau "agama itu jangan dibikin ribet, itu urusan Tuhan". Padahal, hati kamu tidak pernah terpaut ke masjid, padahal kamu belum tentu barang selembar membaca kitab suci dalam seminggu. Istilahnya, kamu itu kalau dalam ekonomi baru belajar teori bahwa ekonomi adalah mencari keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminim mungkin. Dalam teknologi, kamu baru belajar tentang sebuah pesawat sederhana, atau kalau jalan-jalan kamu tuh baru mengunjungi puncak ato monas. Jadi intinya kamu tuh baru belajar sedikit tapi udah ngerasa jago. Oke, dalam kata yang leb...

Ya,... Harusnya Kena Pajak, lah...

“Sist, yang ini barangnya masih ada?”, “Harganya berapa?”, “Cek inbox ya, say…” Percakapan tersebut hampir selalu dapat dijumpai oleh setiap orang yang aktif di media sosial. Namanya juga media sosial, maka pemakaiannya pun juga digunakan untuk aktvitias sosial manusia, tak terkecuali bertransaksi jual-beli. Konon, para pelaku e-commerce di media sosial ini ada yang bisa jalan-jalan ke luar negeri minimal dua kali dalam setahun. Tak terbayang banyaknya perputaran uang yang terjadi dari e-commerce di media sosial ini. Potensi perpajakannya juga. Namun, pengenaan pajak kepada para pelaku e-commerce ini masih rendah. Setidaknya ada tiga alasan yang menyebabkan pengenaan pajak tersebut rendah, yaitu, karena memang rendahnya kesadaran perpajakan para pelaku e-commerce , transaksi di media sosial yang sulit terlacak, dan Pemerintah enggan membangun trust di media sosial lewat iklan di media tersebut. Hal pertama yang menjadi alasan rendahnya pengenaan pajak dari e-commerce di media s...

Ada Logika Gak Nyambung Dari Tarif Pajak

Ada logika gak nyambung dari tarif pajak . Melalui Menteri Keuangan, Pemeri ntah seringkali mengatakan bahwa negara membutuhkan kontribusi para warga negaranya untuk taat membayar pajak. Pajak dibutuhkan untuk membiayai pembangunan, katanya. Setiap rupiah yang kita kontribusikan melalui pajak ke negara akan sangat berarti. Tapi koq , pemerintah baru-baru ini menurunkan tarif pajak bagi UMKM yang tadinya 1% menjadi 0,5%? Apa gak tambah kecil pajak yang diterima negara? Terus membiayai pembangungan dari mana? Oke , ada tiga alasan mengapa tarif pajak ini turun. Yang pertama, memberikan rasa keadilan kepada para pelaku UMKM. Kedua, Pemerintah ingin menambah basis data perpajakan. Ketiga, supaya UMKM lebih berperan dalam meningkatkan perekonomian nasional. Pertama, yang kita tahu selama ini, tarif pajak diberlakukan progresif. Makin tinggi penghasilan seseorang, semakin tinggi pula tarif pajaknya. UMKM seringkali dirintis oleh orang yang berpenghasilan pas-pasan . Kemudian deng...

Pemimpin itu...

lima nama yang saya idolakan sebagai pemimpin. 1. Tan Malaka Tan malaka adalah seorang pemberani dan seorang pemimpin pergerakan yang revolusioner. Bisa dibilang, saat itu Tan Malaka adalah seorang pemberontak yang sebenar-benarnya, karena sangat berani memperjuangkan nilai-nilai yang sangat dia yakini.  Dalam hal patriotisme, Tan Malaka adalah inspirasi saya. Karir pergerakan Tan Malaka dimulai dari pengalamannya saat menjadi guru bagi para buruh tebu. Tan Malaka kala itu tak mampu menahan amarahnya atas perlakuan tidak adil Belanda terhadap kaum pribumi. Berawal dari itu, Tan Malaka berusaha untuk terus melawan penjajahan Belanda dengan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia seratus persen. Dalam kehidupan pergerakannya, Tan Malaka bergabung dengan Partai Komunis Hindia yang kala itu berjalan dengan seadanya. Singkat cerita, Tan Malaka berhasil membuat Partai Komunis diperhitungkan Pemerintah Hindia Belanda sebagai partai pergerakan yang berbahaya. Tan Malaka terus meyaki...