Langsung ke konten utama

My New Familiy (I Hope)

Aku harap inilah keluarga baruku
Jum’at, 16 Mei 2014. Kantorku mengadakan rapat konsinyering. Aku berharap bisa mengajak istriku menginap di hotel, mengingat hari itu adalah hari jum’at. Esok hari libur! Jadi,  jika aku bisa mengajak istriku menginap di hotel itu, it will be nice! Very nice!

Yah, beberapa jam berlalu. Aku berusaha tetap tenang. Istriku sudah datang. Dapat kesempatan atau tidak, nothing to lose, aku bisa pulang ke rumah. Tapi kan, ini weekend, pasti bakal banyak yang pulang.  Mereka pasti lebih ingin di rumah bersama keluarga mereka. Poin lebih buatku, aku membawa istriku ke sini, tidak perlu pulang. Dan, memang Inilah rumah kami untuk malam ini. Hahaha..
But, the other point is...

Aku bisa memperkenalkan istriku kepada orang kantorku, kalian tahu? Mereka sudah hapal dengan keadaan istriku. Mereka hapal istriku sudah dua kali keguguran. Mereka hapal sekarang istriku sudah mengandung lagi. Mereka menasehati, bergurau sesekali.

Ada garis batas yang mengabur. Antara keluarga dan kantor. Aku merasakan kenyamanan. Aku harap mereka benar-benar akan menjadi keluarga baruku, aku harap bisa membagi suka dan duka dengan mereka.


Aku dan istriku, serta keluarga kantorku. .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian layaknya sebuah film

Saya sudah sering tahu kalau anak saya bakal ujian. Reaksi saya selalu "all is well", saya selalu yakin anak saya bisa melalui semua ujian di sekolah, karena tentu saja istri saya sudah menjadi fasilitator ulung bagi Si Palung. Masalahnya, kali ini saya harus menontonnya ujian langsung. Saya harus menonton anak saya berhadapan dengan gurunya, untuk menunjukkan seberapa hapalnya dia dengan Juz 30. Ujian tasmi' istilahnya.  Dalam sebuah film, selalu ada bagian mengenai hal apa saja yang menjadi latar belakang konflik. Pada bagian ini, penonton masih bisa santai. Selanjutnya, sebelum bagian latar belakang ini masuk ke segmen konfliknya, penonton akan disuguhkan dengan adegan-adegan yang bisa jadi mendebarkan, atau bisa jadi bikin kesal, sampai-sampai kalau bisa skip aja nonton bagian ini. Langsung aja ke inti konfliknya, ke bagian paling seru. Nah, pengalaman menonton ujian ini, buat aaya serupa nonton film. Di surat-surat awal anak saya lancar saja melantunkan hapalannya. L...

Ada Apa Dengan Jepang?

Jepang, merupakan sebuah negara di kawasan asia timur.  Negara ini juga disebut negara matahari terbit karena negara ini berada di paling timur dari asia timur. Jika diperhatikan pada bendera Jepang, titik merah di tengah dapat juga diartikan sebagai matahari yang sedang bersinar. Oya, pulau-pulau di Jepang juga diselimuti gunung berapi dan jepang juga termasuk dalam Ring of Fire. Walaupun negara ini pernah menjajah negara Indonesia, namun kala itu kedatangan orang-orang Jepang sangat ditunggu-tunggu karena konon, bangsa yang dapat membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda adalah bangsa yang tidak terlalu tinggi dan cenderung memiliki kemiripan dengan bangsa Indonesia, dan hal ini bagi sebagian kalangan di Indonesia diartikan dengan bangsa Jepang. Kita tentu sudah mafhum benar bagaimana perilaku orang Jepang. Kita akan berbicara soal budaya antre, budaya kerja yang tak kenal waktu, bahkan budaya malu yang sangat ekstrim, yang bisa membuat si empunya rasa malu menyeg...

Buku yang Berpengaruh

Saya sudah tidak ingat kapan terakhir kali saya menulis di blog ini. Saya kira, saya terakhir kali menulis di akhir tahun lalu. Tapi ternyata setelah saya membuka dashboar akun blogger, tulisan terakhir saya ada di bulan Februari tahun ini. Saya merasa senang, ternyata ga lama-lama amat saya tidak menulis. Ilham menulis saya kali ini adalah karena saya bisa dibilang, baru menyelesaikan membaca sebuah buku, berbahasa inggris. Ini adalah buku berbahasa inggris ketiga yang saya baca. Judulnya, “Comunist Manifesto”. Ya, bisa dibilang ini kumpulan beberapa karya tulis sih. Ada tiga karya tulis di buku itu. Comunist Manifesto itu sendiri, The Condition of the working class in England, dan Socialism. Bagi saya, buku ini cukup berpengaruh kepada pemahaman sejarah saya. Jujur saja, sebelum membaca buku ini, saya tidak begitu tahu tentang kejadian perang dunia I dan perang dunia II. Kenapa mereka bisa perang? Perasaan perang dunia I dipicu oleh pembunuhan putra mahkota Austria. Elah, pe...