Langsung ke konten utama

Postingan

Survei Perumahan di Parung Panjang

Parung panjang – saya awalnya sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai parung panjang. Saya hanya familiar dengan kata parung yang katanya sudah dekat daerah puncak. Itupun cuma familiar dengan namanya saja, saya sendiri juga belum pernah ke parung. Jadi, awal perkenalan saya dengan parung panjang adalah ketika kami, saya dengan istri, sedang mencari rumah untuk keluarga kami. Pilihan mencari perumahan sebenarnya kami awali dengan daerah Depok-Bogor. Karena banyak teman kantor yang punya rumah di daerah sana, dan memang saat itu, bahkan hingga sekarang ini daerah Depok-Bogor masih menjadi primadona untuk hunian keluarga baru. Selain itu, masalah harga juga menjadi pertimbangan kami. Karena jika melalui skema KPR, kami hanya mampu membeli rumah dengan harga tak lebih dari 210 juta. Pertimbangan selanjutnya bagi kami adalah moda transportasi menuju kantor. Kami ingin agar kami bisa menggunakan kereta komuter, karena untuk jarak jauh tentunya moda transportasi inilah yang paling e...

Perasaan Sayang, Seharusnya Berkorelasi Positif dengan Kesabaran.

Aku adalah seorang ayah yang sangat sayang kepada anakku. Aku adalah ayah yang sering sekali merindukan anakku di kala aku sedang bekerja. Apalagi jika aku melihat seorang anak balita, ingatanku pasti akan tertuju kepada anakku. Anakku adalah seorang gadis kecil yang periang. Saat aku menulis tulisan ini, umurnya bari dua tahun tiga bulan tapi besar tubuhnya sudah seperti anak 3 tahun lebih. Anakku memang termasuk besar jika dibanding dengan teman-teman sebayanya. Namun jika untuk orang yang jeli melihat, sangat nampak bahwa biarpun badannya besar, tapi mukanya tidak dapat bohong bahwa umurnya tidak melebihi besar badannya. Kalau kata orang sih, bongsornya anakku ini karena bawaan dari genku. Aku sudah mengatakan tadi, bahwa anakku adalah anak yang periang. Anakku ini, jika sudah keluar bermain memang tidak akan ingat pulang, sama seperti anak kecil kebanyakan. Namun yang jadi pembeda adalah dia akan berlari kesana kemari, biarpun badannya besar, dia akan terus berlari. ...

Ada Apa Dengan Jepang?

Jepang, merupakan sebuah negara di kawasan asia timur.  Negara ini juga disebut negara matahari terbit karena negara ini berada di paling timur dari asia timur. Jika diperhatikan pada bendera Jepang, titik merah di tengah dapat juga diartikan sebagai matahari yang sedang bersinar. Oya, pulau-pulau di Jepang juga diselimuti gunung berapi dan jepang juga termasuk dalam Ring of Fire. Walaupun negara ini pernah menjajah negara Indonesia, namun kala itu kedatangan orang-orang Jepang sangat ditunggu-tunggu karena konon, bangsa yang dapat membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda adalah bangsa yang tidak terlalu tinggi dan cenderung memiliki kemiripan dengan bangsa Indonesia, dan hal ini bagi sebagian kalangan di Indonesia diartikan dengan bangsa Jepang. Kita tentu sudah mafhum benar bagaimana perilaku orang Jepang. Kita akan berbicara soal budaya antre, budaya kerja yang tak kenal waktu, bahkan budaya malu yang sangat ekstrim, yang bisa membuat si empunya rasa malu menyeg...

Tips menghindari pelecehan seksual anak

Akhir-akhir ini kita sering sekali menonton berita tentang kasus kekerasan ataupun pelecehan seksual pada anak. kejadiannya pun sudah merajalela di mana-mana, ada yang di mall atau bahkan sekolah tempat mendidik ilmu. Untuk menghindari pelecehan seksual pada anak bunda tersayang, silakan bunda simak tips berikut ini yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber. 1.       Tanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak tersayang. Nilai-nilai dalam agama akan membuat anak kita mengerti hal-hal apa saja yang tidak diperbolehkan. Nilai dalam agama juga akan mengajarkan tentang rasa malu. 2.        Ketahui dengan siapa anak Bunda menghabiskan waktu dan temani ia saat bermain bersama teman-temannya. Jika tidak memungkinkan maka sering-seringlah memantau kondisi mereka secara berkala, dan jangan membiarkan anak menghabiskan waktu di tempat-tempat terpencil dengan orang dewasa lain atau anak laki-laki yang lebih tua. Jika menggunakan pengasuh, r...

Romantisme, Sebuah Kebahagiaan

Aku yakin, dalam pikiran kamu—kalau kamu bukan seorang seniman—romantisme terhubungkan dengan sepasang kekasih, terkadang terhubungkan dengan pengorbanan, dengan cara rumit, dengan lampu temaram, atau dengan khalayak ramai. Yah, bagi sebagian besar orang melamar kekasih di depan khalayak ramai merupakan perbuatan romantis. Tak salah memang, namun hal yang tak salah bisa jadi belum tentu benar, bisa setengah benar atau benar dengan alasan. Bisa bermacam-macam. Tapi kita sepakat bahwa romantisme berhubungan kuat dengan perasaan. Memang begitulah seharusnya. Seberapa sering kamu melihat atau merasakan hal-hal romantis? Tergantung dari bagaimana definisimu, bergantung seberapa kuat kamu merasakan emosi orang lain, seberapa besar kamu merelakan dirimu terpengaruh oleh emosi orang lain, bukan berarti cengeng, namun kamu mencoba menyatukan perasaanmu. Bagaimana jika seperti ini… suatu pagi dalam kereta komuter, kamu mendapati seorang gadis kecil bersenda gurau dengan ayahnya. Bahagia...

Apa Pula yang Kau Nikmati?

Generasi 90-an, atau generasi 2000-an, apa yang mau dibanggakan? Kita ini pada akhirnya bermuara pada generasi gadget, generasi ribet dgn otak mampet dan mulut suka kebelet. Suatu ketika, ada acara dari tempat saya bekerja, salah satu rangkaian dalam acara tersebut adalah menikmati medan offroad dengan landy. Oke, dalam hati saya, saya akan mengabadikan momen-momen yang ada. Saya akan menyiapkan kamera hape saya, jepret sana-sini sebagai kenangan. Siaap!! Rombongan kami pun jalan. Saya mulai mengoperasikan hape saya. Jepretan awalan, kemudian buat video. Asiik... setelah beberapa saat saya pun merasa cukup. Simpan dulu lah, nanti lagi foto-fotonya... ya, sekitar tiga puluh menit berikutnya saya tidak mengoperasikan hape saya. Saya lebih asyik melihat kiri dan kanan, menikmati pemandangan. Sampailah kami di tengah kebun teh yang diselimuti kabut, kebetulan ada ruang untuk rombongan landy yang kami sewa berhenti. Kalian dapat menebak apa yang terjadi, foto sana, kemudian sini, yang...

Teorinya Yang Salah, Atau?

Jika kita berbicara tentang perilaku-perilaku menggemaskan sebagian orang, dengan lawan bicara kita, sudah pasti tak kan ada habisnya. Sambung-menyambung kata, kalimat, paragraf. Kita akan bertambah geram sendiri. Lalu menumpahkan kegeraman kita dengan membalas kata, kalimat, paragraf. Angkat sebuah topik dalam obrolan kita tentang perilaku pengendara motor yan gsaling serobot. Atau topik tentang korupsi, atau penyerobotan lahan. Wuiih,, pasti bakal nyambung terus, deh… entah itu cerita dari kita sendiri atau dari teman kita yang kita ceritakan lagi. Namun, seberapa sering kita mengangkat topik-topik menggemaskan tersebut dalam obrolan? Jika terlalu sering dan berapi-api, maka dalam pikiran saya bisa jadi kita sangat membenci perbuatan itu. Orang yang sering mengangkat topik menggemaskan, pasti punya banyak bahan yang akan dia ceritakan. Darimana dia mendapat cerita itu? Oke, begini. Jika kamu tidak suka bawang goreng dalam makananmu, sekecil apapun bawang goreng itu pasti b...